Pakai Topeng Biar Diterima, Tapi Lama-lama Aku Lupa Wajah Asli
Kadang aku ngerasa, jadi diri sendiri itu… mahal banget harganya. Karena di banyak tempat, aku harus terus menyesuaikan.
Sama si A, aku harus terlihat ceria.
Sama si B, aku harus kalem dan pendengar yang baik.
Sama si C, aku harus pintar ngomong dan kelihatan percaya diri.
Dan saking seringnya menyesuaikan diri, aku sampai bingung “Sebenarnya aku ini siapa, sih?”
Cape rasanya kalau harus terus pakai ‘topeng’ supaya diterima. Tapi kalau topeng itu dilepas, aku takut dianggap aneh, terlalu beda, atau nggak cukup baik.
Aku tahu aku nggak sendirian.
Banyak orang juga pakai versi diri yang berbeda-beda tergantung tempat dan siapa yang ada di sekitarnya. Tapi bedanya, sebagian orang bisa pulang dan kembali ke versi asli dirinya. Sedangkan aku… kadang nggak tahu lagi mana versi asliku.
Kita hidup di dunia yang seringkali kasih sinyal:
“Kalau kamu nggak sesuai, kamu akan ditinggal.”
Dan dari situ, lahirlah berbagai topeng:
Topeng kuat biar nggak dibilang lemah.
Topeng ceria biar nggak dianggap beban.
Topeng bisa segalanya biar nggak diremehkan.
Tapi semakin sering pakai topeng, aku sadar…
Diri sendiri jadi makin jauh.
Menurut teori psikologi dari Carl Jung, manusia punya yang disebut persona, yaitu “topeng sosial”, cara kita menampilkan diri ke dunia luar.
Tapi Jung juga bilang, kalau kita terlalu identik sama persona dan lupa terhubung dengan “diri sejati” kita, itu bisa bikin krisis identitas. Dan mungkin itu yang aku rasain belakangan ini.
Aku nggak bilang pakai topeng itu selalu salah. Kadang itu bentuk perlindungan. Kadang itu cara bertahan.
Tapi semoga kita semua tetap punya ruang untuk pulang ke diri sendiri.
Ke versi kita yang paling jujur, yang bisa bilang “aku lelah” tanpa takut dihakimi, yang bisa diam tanpa harus merasa salah, yang bisa jadi diri sendiri… tanpa perlu menyesuaikan terus-menerus.
Karena pada akhirnya, "nggak ada topeng yang bisa menggantikan rasa damai dari diterima apa adanya".
Sumber:
https://iaap.org/jung-analytical-psychology/short-articles-on-analytical-psychology/persona-2
https://pin.it/1HWXPr5v5


Komentar
Posting Komentar