Kenapa Kita Ngerasa Harus Sibuk Terus, Padahal Udah Cape?
Kadang aku bingung. Badan capek, kepala penuh, tapi tetap aja ngerasa bersalah kalau rebahan kelamaan. Rasanya... harus selalu ada yang dikerjain. Harus sibuk. Harus produktif.
Padahal aku cuma pengen istirahat sebentar.
Tapi mungkin aku nggak sendiri. Mungkin kamu juga pernah ngerasa gitu, kayak ada alarm yang terus bunyi di kepala tiap kamu nggak ngapa-ngapain. Kayak diam itu dosa.
Kita hidup di dunia yang terlalu mengagungkan sibuk.
Semakin penuh jadwal, semakin kamu dianggap keren.
Semakin kamu “nggak sempat istirahat”, semakin kamu dipuji kerja keras.
Masalahnya, jadi sibuk terus kadang bukan pilihan. Tapi takut.
Takut dianggap malas.
Takut nggak cukup.
Takut ketinggalan orang lain yang kelihatan lebih hebat.
Padahal capek juga manusiawi.
Istirahat juga bagian dari hidup bukan kegagalan dalam hidup.
Mengutip dari Medpark Hospital "Penyebab utama sindrom burnout adalah tekanan kerja yang berlebihan dan interaksi interpersonal negatif...", dengan kata lain stres karena tekanan kerja dan kehidupan sosial yang sibuk terus-menerus bisa jadi pemicu utama burnout. Dan burnout itu bukan cuma cape biasa, tapi kelelahan emosional yang bisa bikin kehilangan arah.
Yang lebih bikin sedih, kadang kita tahu kita capek. Tapi tetap maksa jalan, karena nggak mau dianggap lemah.
Akhirnya bukan makin kuat, tapi makin kehilangan diri sendiri.
Kalau kamu ngerasa kayak gitu akhir-akhir ini, mungkin ini waktunya tarik napas.
Pelan-pelan aja.
Kamu nggak harus hebat setiap hari.
Nggak harus produktif setiap jam.
Dan kamu pasti nggak sendiri.
Karena di sudut cerita ini, kita sama-sama belajar...
Bahwa tenang juga bentuk pencapaian.
Bahwa diam juga bisa jadi bagian dari pertumbuhan.
🌱
Catatan akhir:
Ini blog pertamaku, aku tuang semua yang aku rasakan dan yang aku tau disini, semoga relate.
Sumber :
https://www.medparkhospital.com/en-US/lifestyles/burnout-syndrome


Komentar
Posting Komentar